BERJAMA'AH DALAM SHOLAT

“ Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Q.S.As-Shaf: )

Bangunan itu indah,kokoh menjulang memamerkan arsitektur seni buah tangan manusia, ada sebuah tulisan ringan “ batas suci dilarang pake sendal” seperti kata kakek saya dulu, ketika anda masuk mesjid dilarang datang dengan pakaian kotor,atau penampilan apa adanya, minimal dengan kopiah,plus seperangkat pakaian koko, juga sarung. Karena, menurut kakek saya anda akan masuk ke rumah Allah SWT . tempat yang disucikan katanya. Kini banyak orang yang lupa nasihat pendek kakek ku tersebut, saat saya pergi berjum’ahaan kenapa ya banyak orang merokok diteras masjid,cuman buat gaduh saat imam mau khutbah atau bahkan sebagian ada yang kabur saat hendak sholat. Saat saya hendak pulang dari sholat ada orang-orang yang terlihat bingung mencari sandalnya yang hilang, padahal barusan sang khatib menasehati,‘Mudah-mudahan khutbah saya ini bermanfaat, ambil yang baiknya dan buang yang buruknya’,mungkin bisa saja mereka terilhami ceramah sang khatib barusan sampai-sampai sandal para ma’mum yang sholat jum’at pun, mereka ambil sebagai barang jarahan dari masjid. Terus, kalau main-main ke kota hari minggu, masjid agung yang dijadikan sebagai “Centre”nya umat islam beribadah,dakwah, dan pendidikan ternyata ramai juga sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat seperti para PKL yang mangkir depan masjid sekalipun adzan berkumandang cuek dan tetap saja menjalankan aktivitas ekonominya, bahkan sekarang remaja “muda-mudi, sampai tua-tua keladi juga menjalankan romantisme dosanya di teras masjid coz enak,adem kalau ketemuan ngobrol-ngobrol di teras masjid, kalaupun ada adzan dianggap alarm doank sebagai tanda rehat ganti topik perbincangan, bukan sebagai majelis halaqoh ataupun ta’lim ilmu agama, tidak terasanya waktu saat adzan, sekitar masjid ataupun beberapa jarak dari masjid kebanyakan orang sekarang cuek .Ada sesuatu yang berkarat di sanubari mereka.
Berdasarkan sejarah panjang pembangunan masjid dari yang asalnya hanya berupa tiang beralaskan hamparan pasir di gurun panas, sampai sekarang teknologi AC ataupun lift khusus untuk kenyamanan ibadah, masjid sekarang tidak mampu menjadi sumber perubahan paradaban baru bagi umat islam. Dulu para sahabat, dan kekasih Allah SWT, nabi Muhammad SAW biasa berkumpul “sharing” dengan para sahabat soal permasalahan agama, ilmu pengetahuan ataupun persoalan sehari-hari mereka, menyinggung permasalahan umat, penjelasan wahyu dari Allah SWT, sehingga keterikatan batin antara sesama umat islam lebih terasa. Komunikasi yang intens, sehari meluangkan waktu untuk berjama’aah sholat adalah hal yang langka bagi umat diluar islam. Saat pengerjaan praktek berjamaa’ah terasa begitu khidmat karena setiap orang berdiri sejajar,dengan rapi tanpa ada sedikitpun celah bagi syetan untuk masuk ke barisan shaf sholat. Bahkan menurut beberapa riwayat ternyata syetan lari tunggang langgang ketakutan saat mendengar adzan, meskipun mereka tidak pernah menyerah untuk menyerang manusia dari berbagai arah terganggu konsentrasinya(tidak khusu’)ataupun keliatan ingin cepat-cepat selesai untuk menyelesaikan sholat. Itu mungkin konfrontasi dan provokasi syetan yang takkan akan pernah berhenti, karena bisa saja kalau syetan pensiun para ulama,muballigh, ataupun ustadz tidak akan punya lahan untuk berdakwah melawan syetan he he…
Begitu urgennya seorang muslim untuk melaksanakan sholat berjama’ah di masjid Karena Allah SWT memberikan ganjaran yang sangat besar bagi hambanya yang mampu, berikhtiar sholat pada waktunya, sesuai tuntunan, dan ikhlas mengharap ridho Allah SWT. Misalnya dalam sebuah riwayat di sebutkan bahwa, ‘Barangsiapa yang mampu sholat berjama’ah di masjid maka tiap langkahnya menuju masjid akan diganjar sebagai pahala yang bernilai 10 kali lipat, Maka tatkala zaman Rosullulloh ada orang yang sengaja meninggalkan masjid yang ada dikampungnya, untuk pergi ke sebuah negeri yang jaraknya lumayan jauh agar ia mampu mendapatkan ganjaran yang Allah janjikan, ada juga dalam riwayat lain bahwa barangsiapa yang mampu sholat 2 rokaat qobla shubuh berjamaa’ah maka baginya langit beserta bumi dan seluruh isinya lebih layak baginya. Realitas yang berbicara sekarang masjid tersebar di seluruh penjuru bumi, tapi penghuni bumi sendiri lupa hakikat masjid adalah rumah Allah SWT yang disucikan, orang mungkin sudah tidak terbujuk untuk melangkahkan kaki menuju pintu-pintu masjid, pintu-pintu surga yang tak bisa pernah terjamahi oleh pijakan kakinya karena semuanya terlanjur kotor bagi sebagian orang yang putus dari rahmat Allah SWT, padahal rahmat Allah SWT begitu luas seluas samudera, gulungan dosanya tak berarti apa-apa di bandingkan dengan ampunan Allah SWT. Para penghuni masjid sekarang hanya para orangtua yang sudah dekat dengan kematian, sedangkan anak muda hanya sibuk dengan perkara dunia yang tidak kekal selamanya. Kelak, saat ruh ini diangkat oleh Allah SWT. Untuk mempertanggung jawabkan fasilitas umur yang diberikan, lantai masjid ataupun karpet masjid tempat sujud dimana kita sholat akan merintih menangis, merasa kehilangan, langitpun akan berduka karena tak terlihat lagi gerak tubuh kita melangkah menuju rumah Allah SWT. Kini saat kita sibuk dengan urusan duniawi dibelakang malaikat maut sudah stand by mencekik kita, bumi dan langit siap berpesta karena kematian kita. Naudzubillah min dzalik…sehabis pulang dari masjid terasa lepas beban hidup ini, meskipun hanya bisa beberapa menit bersua dengan Allah SWT, malam nanti kan menjadi waktu yang indah apabila tidak terlewatkan.. Masjid masih berdiri kokoh aqidah kita sebagai muslim yang taat, mengharap ridho Allah SWT dengan berikhtiar mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang serta senantiasa mengerjakan amalan sunnah nya. Takkan ada penyesalan yang datang di permulaan semua bentuk penyesalan datang saat kematian menjemput sepersekian detik mencabut nyawa kita. Sekarang langkah kita berjalan menuju satu arah tujuan yaitu akhirat yang selama ini kita lupakan, menganggap kabar burung kiamat akan datang, sumbat telinga saat datang orang menasehati, ataupun sama sekali tak merespon saat tampak peringatan Allah SWT. Berupa azab pada hambanya, bisa itu musibah yang datang mendadak ataupun peristiwa yang telah di prediksikan sebelumnya. Janganlah kita menutup diri atas skenario Allah SWT yang telah ditake off sebelumnya ataupun script jadul yang usang di lemari buku, hamparan sajadah yang masih bagus penuh perawatan, ataupun bangunan megah yang disebut maasjid sudah tak dianggap tempat suci dan biasa sepi saat tiba jadwal sholat. Mungkin diriku ini masih lemah, hampa, dan kosong tanpa iman, ampuni aku ya Allah SWT..astagfirullahal adziiemm…
Robban a’tinaa fi dunya hasanah wa fil akhiroti hasanataw wakiina adzaba nnarii..


Comments

Popular Posts