PENILAIAN SEBUAH AMALAN

Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:Bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya akan datang seorang lelaki besar gemuk pada hari kiamat yang berat amalnya di sisi Allah tidak seberat sayap seekor nyamuk sekalipun. Bacalah oleh kalian: Maka Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.4991). Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala amalan-amalan mereka sia-sia. Tidak ada sedikitpun penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat meskipun itu merupakan harta, ataupun jiwa yang mereka infakkan dan korbankan. Terungkap dalam Al Qur’an: Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS.Ali Imran : 116-117).
            Giatnya seorang manusia beramal dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Dzat yang dituju menjadikan mereka hamba-hamba yang “sarat nilai”. Karena setiap tarikan nafas yang keluar, setiap langkah kaki dari tenaga fisik seseorang adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala agar setiap hamba ber investasi untuk kehidupan mereka kelak sendiri. Allah tidak menyianyiakan ataupun mengharapkan amalan manusia, karena Allah sendiri tidak pernah menyiksa hamba-hamba Nya di dunia sebab mereka tidak beramal. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an :
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik." (QS.Ali Imran : 195)
Maksudnya sebagaimana laki-laki berasal dari laki-laki dan perempuan, maka demikian pula halnya perempuan berasal dari laki-laki dan perempuan. Kedua-duanya sama-sama manusia, tak ada kelebihan yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amal. Berbeda dengan orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan. Hal yang esensial yang mesti kita perhatikan bahwasanya pondasi aqidah memberikan sebuah hasil akhir dari segala amalan. Sekali lagi sebagaimana diungkap pula dalam QS.Al-Kahfi :105:
“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.”
Wawlaaahu a’laam bi Shawaab.
  

Comments

Popular Posts