SUJUD SYUKUR

Ekspresi suka cita atas sebuah kenikmatan, kegembiraan, dan kebahagiaan yang terpancar dari seorang mu’min dengan rasa syukur adalah ungkapan yang layak diungkapkan dan diwujudkan.  Salah satu cara yang disunnah kan Rasul adalah  dengan selebrasi sujud syukur.
Seperti fenomena di dunia olahraga saat ini, dimana Evan Dimas Cs. (anggota dari skuat Garuda Muda sejak timnas U-19 bertanding) selalu mengungkapkan ekspresi kebahagiaan mereka (mencetak gol salah satunya ) di lapangan dengan sujud syukur. (Telah banyak ratusan pesepakbola di dunia juga yang melakukan hal yang sama).
            Hadits dari Abi Bakrah :Semoga Allah meridhoinya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :  Apabila datang kepadanya berita yang menggembirakannya, beliau tersungkur sujud kepada Allah. (HR. Ahmad dalam Musnad-nya, juz.7 hadis.20477, Abu Dawud 2774, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dalam Al Iqamah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
           Sujud Syukur memancing bertambahnya kenikmatan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, :”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu menginformasikan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(Q.S. Ibrahim:7).
         Kenapa rasa syukur harus di ungkapkan tidak hanya sebatas rasa,
الشُّكْرُ هُوَ تَصَوُّرُ النِّعْمَةِ وَإِظْهَارُهَا
“Syukur itu adalah ungkapan dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan” (Al-Mufradat fi Gharibil Quran:265).
           Selain itu,  sujud syukur termasuk petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para shahabatnya ketika mendapatkan nikmat yang baru (nikmat yang sangat besar dari nikmat yang lain) atau ketika tercegah dari musibah/adzab yang besar. (Lihat :Ibnul Qayim dalam Zadul Ma’ad 1/270 dan Syaikh Abdurrahman Ali Bassam dalam Taudlihul Ahkam.2/140).
     Jumhur ulama berpendapat tentang sunnahnya sujud ini. Hal ini diungkapkan oleh Sayid Sabiq dalam kitabnya Fiqhus Sunnah 1/179 dan Syaikh Al Albani menyetujuinya.  Bahwasanya Ali radhiallahu 'anhu menulis (mengirim surat) kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengabarkan tentang masuk Islamnya Hamdan. Ketika membacanya, beliau tersungkur sujud kemudian mengangkat kepalanya seraya berkata : “Keselamatan atas Hamdan, keselamatan atas Hamdan.”(HR. Baihaqi dalam Sunan-nya 2/369 dan Bukhari dalam Al Maghazi 4349. Lihat Al Irwa’ 2/226)
            Pada hadis lain dari Anas bin Malik ; Bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ketika diberi kabar gembira, beliau sujud syukur. Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Majah 1392. Pada sanad hadits ini terdapat Ibnu Lahi’ah, dia jelek hapalannya, namun Syaikh Al Albani berkata : “Sanad ini tidak ada masalah karena ada syawahidnya.”
          Adapun syarat-syarat yang mesti dilakukan, sebagaimana diutarakan Imam as Shan’ani menyatakan setelah membawakan hadits-hadits masalah sujud syukur di atas : “Tidak ada pada hadits-hadits tentang hal ini yang menunjukkan adanya syarat wudlu dan sucinya pakaian dan tempat. Imam Yahya dan Abu Thayib juga berpendapat demikian. Adapun Abul ‘Abbas, Al Muayyid Billah, An Nakha’i, dan sebagian pengikut Syafi’i berpendapat bahwa syarat sujud syukur adalah seperti disyaratkannya shalat. Imam Yahya mengatakan pula : “Tidak ada sujud syukur dalam shalat walaupun satu pendapat pun.” Abu Thayib tidak mensyaratkan menghadap kiblat ketika sujud ini. (Lihat : Nailul Authar, Asy Syaukani juz.3 hlm.106).
         Imam Syaukani merajihkan bahwa dalam sujud syukur tidak disyaratkan wudlu, suci pakaian dan tempat, juga tidak disyaratkan adanya takbir dan menghadap kiblat.   
          Sudah sesering apakah kita bersujud syukur? dan yang utama bersyukur dengan amal perbuatan. Di antara bentuknya mempergunakan anggota tubuh dalam melakukan amalan kebaikan yang diridhai Allah. Ketika anggota tubuh dipakai maksiat, maka sebenarnya kita tidak bersyukur kepada Allah.Sebenarnya kita hendak kufur, dan kelak akan memanggil datangnya azab Nya. 


Wawlaahu A’laam bi Shawaab.

Comments

Popular Posts