DEDIKASI HIDUP MENCARI ILMU
Seringkali kita
terperdaya dengan lezatnya usia dan kesehatan yang prima. Sebagaimana ungkapan
Nabi Sallawlaahu alaihi wasallam."Ada dua kenikmatan yang membuat
banyak orang terperdaya,“Waktu luang dan kesehatan”.(Shahih Bukhari, Kitab
ar-Riqaaq Bab Laa Iiys Illa Iyysa al Akhirah no.6412). Setiap masa yang
berlalu tidak pernah mau tahu dedikasi maupun totalitas apa yang kita kerahkan
sepanjang hayat. Al Qur’an memaparkan, “Demi waktu Ashar
(Al-Ashr) yang dimaknai sebagai waktu dimana seseorang menghitung keuntungan
hidupnya dari perniagaan. (Dirasah I’jaz Lughawi al Qur’an, Ahmad Rafiqi, Lc.).
Sesungguhnya seluruh manusia hakikatnya berada dalam kerugian. Kecuali
orang-orang beriman, dan beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran dan
kesabaran (dakwah yang konsisten) QS. Al Ashr 1-3. Maka jalan
manakah dan dedikasi apa yang mesti kita tempuh demi menjadi orang “beruntung”
tersebut?
“Hai
orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah
dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Surat 58. Al Mujaadilaah-
Ayat 11)
Menuntut ilmu
adalah aktivitas mulia yang mengantarkan seseorang untuk lebih tunduk dan takut
kepada Allah Subhaanahu wata’alaa yang mampu memberi petunjuk jalan
kehidupan.“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata
dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya
yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (Surat 35. Fathiir - Ayat 28)
Sejauh mana kita mampu untuk terus
menuntut ilmu tidak terbatas ruang dan waktu, hakikatnya kita sedang dipermudah
untuk masuk surga.“Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan
memudahkan baginya jalan ke surga.”(Shahih Bukhari, Kitab Ilm Bab Al
Ilmu qabla Qaul wal Amal no.68,Shahih Muslim, Kitab Ilm Bab Fadhli
Ijtima’i ala Tilawathil Qur’an wa ala Adz Dzikr.no.2699).
Dengan menuntut
ilmu pula, kita mampu menjadi “para petunjuk kebaikan”,“Barang siapa
memberikan petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti
ganjaran yang diterima oleh orang yang mengikutinya, dan tidak berkurang
sedikitpun hal itu dari ganjaran orang tersebut.“(Ibnu Hajar, Bulughuul
Maraam, Kitab al Jami’ hadis no.29, Shahih Muslim, Kitab Ilm, Bab Man
Sanna Sunnatan Hasanah aw Sayyiah’.. no. 2674). Pada Shahih Muslim
ditambahkan,“Barangsiapa memberikan petunjuk kesesatan, maka baginya akan
mendapatkan dosa seperti dosa yang diterima oleh orang yang mengikutinya..”
Investasi saham ilmu yang
bermanfaat yang kita amalkan dan
sampaikan, akan menjadi ladang amal tak terputus sampai tiba kita ditanam. “Jika
manusia telah meninggal maka putuslah amalnya kecuali tiga macam:1. Sedekah
jariyah 2. Ilmu yang bermanfaat.3. Anak shaleh (berakhlak baik) yang mendo'akan
kedua orang tuanya. (Shahih
Muslim, Kitab al Wasiyyah, Bab Maa
Yulhiqu al Insaan min Ats Sawaabi ba’da wafaatihi no.1631)”
Wawllaahu a’laam
bi Shawaab.
Comments
Post a Comment