TERAPI BE A HUMAN ERICH FROMM

MASYARAKAT ISLAM DAN TERAPI BE A HUMAN
(Mengatasi Problematika Individu dan Sosial
dengan mengenal “diri sendiri”)





Untuk Memenuhi Lomba Karya Ilmiah

PASCASARJANA
UIN SGD BANDUNG 2016-2017








Peserta :
DILAN IMAM ADILAN
NIM. 2.216.4.001.






KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah menghantarkan pengetahuan pada manusia melalui perantaraan qalam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya, juga kepada para pengikutnya sampai akhir zaman.
Manusia terpasung dalam modernitas, hidup dalam keterasingan. Dalam teks hadits di informasikan bahwa di akhir zaman akan hidup sekelompok yang disebut “al Ghuroba” dan agama Islam saat itu begitu asing sebagaimana awal mulanya hadir. Penelitian terhadap keterasingan manusia dalam hal ini masyarakat Islam, masih memerlukan elaborasi konseptual baik dalam tataran teoritik ataupun metodologis. Oleh karena itu penulis merasa berkepentingan untuk mengangkatnya dalam karya ilmiah ini terutama berbicara tahap implementasi (penerapan)..
Sebagai salah satu syarat dalam Lomba Karya Ilmiah FORMACA UIN SGD Bandung 2017, karya ilmiah ini diajukan, meskipun penulis menyadari bahwa dalam penulisannya masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki. Kritik dan saran dari para pembaca tentunya akan penulis harapakan sebagai bentuk kritik membangun tentunya.
Dalam melakukan penelitian ini, banyak sekali tangan-tangan yang membantu, selain tentu tangan-Nya Yang Mahatinggi dan Mahaagung. Oleh karena itu dalam kesempatan ini dengan penuh rasa hormat, penulis haturkan terima kasih teriring do‟a “jazâkumullâhu khairan katsîran” kepada:
1.      Segenap jajaran Rektorat Program Pascasarjana UIN SGD Bandung.
2.      Istri dan anak-anak tercinta atas segenap kasih sayangnya.
4.      Kawan-kawan  seperjuangan  di  Prodi  Religious Studies yang  senantiasa memberikan dukungan dan menghadirkan dialektika kultural. Tanpa kalian, penulis takkan mungkin menjadi seperti ini.
            Dan semua pihak yang tak mungkin untuk disebutkan satu demi satunya di sini. Semoga Allah mencurahkan rahmat juga ampunan-Nya kepada mereka semua. Penulis hanya dapat mendo‟akan, mudah-mudahan apa yang telah mereka lakukan dicatat sebagai amal sholeh dan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah subhânahu wa ta‟âlâ.
Wasalam.wr.wb.






















DAFTAR ISI
Kata Pengantar...............................................................................................ii
Daftar Isi.......................................................................................................iii
Abstrak..................................................................................................
vi
I.Pendahuluan.......................................................................................
1
A. Latar Belakang Masalah....................................................................
1
B. Rumusan Masalah.............................................................................
2
C. Kerangka Teori..................................................................................
2
1. Psikoterapi : Psikonalisis Humanistik................................................
2
 2. Kesadaran Kolektif Masyarakat........................................................
3
D. Analisa Masalah................................................................................
4
1. Kilasan Konsep Manusia Menurut Barat...........................................
4
2. Kilasan Konsep Manusia Menurut Islam...........................................
5
3. Manusia dan Akal..............................................................................
7
4. Interaksi Masyarakat Islam Lintas Kawasan.....................................
8
5. Bentuk Hilangnya Humanitas Masyarakat Beragama di Era Global...................................................................................
10
           a. Radikalisme.............................................................................
10
           b. Alienasi...................................................................................
10
           c. Etos Kerja Merosot dan Kekuatan Monetisasi .......................
11


II. Pembahasan....................................................................................

A. Cara Manusia Memahami dirinya sebagai Manusia dan Kondisi Eksistensi Manusia dan Dilema Eksistensi...........................................
11
         a. Kebutuhan Manusia..................................................................
13
         b. Kebebasan dan Keterikatan.......................................................
14
         c. Kebutuhan untuk memahami dan beraktivitas..........................
15
  B. Implementasi...................................................................................
16
         1. Teknis Operasional Terapi Be A Human...................................
17
         a. Tingkat Mikro............................................................................
17
       1.1. Hubungan Simbiotik antara Orang Tua dan Anak...................
17
         b. Tingkat Makro...........................................................................
17
       1.2 Kekuatan Agama, Ekonomi dan Politik Masyarakat terhadap Pertumbuhan Kepribadian......................................................................
17


III. Kesimpulan dan Saran.................................................................
17
IV. Daftar Pustaka...............................................................................
18






















Abstrak
Di era Postmodern dengan berbagai problem termonuklir, binasanya lingkungan, dan patologi manusiawi mengidentifikasikan  bahwa  manusia sebagai pusat kajian “antroposentris” menjadi pelaku segala jenis kerusakan di darat dan dilautan. Sifat kerusakan materi atau non material dalam tataran individu ataupun kelompok mendekonstruksi tata nilai dan budi luhur kemanusiaan. Kenapa semua itu bisa terjadi, mungkin saja karena ‘manusia’ sudah kehilangan kesadarannya akan kemanusiaannya. Manusia tidak mengenal dirinya sebagai manusia.
            Erich Fromm dengan terapi psikoanalisa humanistiknya menyingkap bahwa sumber “keterasingan” dan problematika manusia bersumber dari ketidak tahuan manusia atas keberadaan dirinya. Sama halnya dengan ajaran Islam, bahwa siapa yang mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhan Nya atau teks Al Qur’an yang berbicara penjagaan ‘’anfusakum (personal)” sebagai jalan keselamatan. Pendekatan teori psikoanalisa humanistik menjadi senjata bagi peneliti mengulas bagaimana Fromm mengungkap eksistensi manusia dalam, serta teori Emile Durkheim tentang kesakralan masyarakat  bicara agama sebagai alat integrasi sosial.
Rumusan masalah yang peneliti kaji terkait kilasan konsep  manusia dalam alam pikiran Barat dan Islam, manusia dengan akal, interaksi sosial, individu dan masyarakat islam, dan analisis Erich Fromm dalam tinjauan psikologis dan sosiologis tentang eksistensi manusia, selain itu peneliti melihat kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan masyarakat beragama yang hilang sifat humanitasnya. Terakhir, berbicara terapi be a human sebagai salah satu wujud implementasi dari pembahasan terkait.
Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa konsep manusia dalam keterasingan (dalam bahasan kali ini umat Islam) oleh suatu konstruki kultur sosial dan ketidakberdayaan dihadapan Barat, diperkuat dengan pemahaman Islam yang lemah menyebabkan  hakikat manusia tidak terkooptasi dalam tiap Individu. Solusi yang kemudian diajukan, adalah dengan melakukan terapi psikoanalis humanistik khas Islam yang akan digulirkan regulasinya oleh Kemenag lewat program penyuluhan, atau lewat MUI dan ormas.

Untuk Konten Makalah
Silahkan bagi yang berminat message send to: https://www.facebook.com/diaelln
Call/SMS/WA : 089618304621

Photo bersama, dengan Rektorat Pascasarjana UIN Bandung








Comments

Popular Posts